KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari resmi meluncurkan program strategis “Mahasiswa Sejati 2026” pada Jumat, 19 April 2026, di Aula Pusat Kampus Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari. Program komprehensif ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan, kreativitas, dan tanggung jawab sosial di kalangan mahasiswa Unismuh Kendari dalam tahun akademik 2026/2027.
Peluncuran yang dihadiri oleh lebih dari 500 peserta, meliputi mahasiswa dari berbagai fakultas, pengurus BEM, pengurus organisasi mahasiswa lainnya, dosen pembimbing, dan pejabat akademik kampus, menandai komitmen serius manajemen universitas terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia muda. Program ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara BEM dengan lima organisasi mahasiswa utama, termasuk Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), serta organisasi-organisasi berbasis minat dan bakat di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Latar Belakang dan Visi Program
Menurut ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari periode 2025-2026, Reza Pratama, program ini lahir dari evaluasi mendalam terhadap kondisi organisasi mahasiswa selama dua tahun terakhir. “Kami melihat bahwa mahasiswa memiliki potensi luar biasa, namun masih memerlukan wadah yang lebih terstruktur untuk mengaktualisasi diri mereka. Inisiatif ‘Mahasiswa Sejati 2026’ adalah jawaban kami atas kebutuhan tersebut,” ujar Reza dalam sesi pembukaan acara.
Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa visi utama program ini adalah menciptakan ekosistem kepemimpinan yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan hard skills, tetapi juga soft skills yang menjadi fondasi penting bagi calon pemimpin masa depan. Dengan durasi satu tahun akademik penuh, program ini melibatkan pelatihan, workshop, mentoring, dan implementasi proyek nyata yang berdampak langsung pada komunitas kampus dan masyarakat.
Komponen dan Struktur Program
Program “Mahasiswa Sejati 2026” dirancang dalam empat pilar utama yang saling terintegrasi. Pilar pertama adalah “Leadership Academy,” sebuah program pelatihan intensif yang menghadirkan narasumber dari institusi pemerintahan, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah terkemuka di Sulawesi Tenggara. Peserta akan mengikuti 12 sesi workshop yang mencakup kepemimpinan visioner, manajemen konflik, pengambilan keputusan strategis, dan komunikasi efektif.
Pilar kedua, “Innovation Hub,” dirancang khusus untuk mahasiswa yang memiliki ide kreatif dan inovatif. Dalam pilar ini, peserta akan mendapatkan mentoring dari entrepreneur dan intrapreneur sukses, serta akses ke dana inisial untuk mengembangkan ide mereka menjadi proyek nyata. Universitas menyediakan ruang khusus dan fasilitas pendukung untuk memastikan kelancaran setiap proyek inovasi yang dikerjakan.
Pilar ketiga adalah “Community Engagement Program,” yang menekankan pada pemberdayaan masyarakat dan pengabdian sosial. Mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari program literasi, pelatihan keterampilan untuk UMKM, hingga program kesehatan masyarakat di daerah-daerah terpencil di Kendari dan sekitarnya. Tujuan pilar ini adalah memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi pemimpin, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang peduli terhadap masyarakat.
Pilar keempat, “Organizational Development,” fokus pada penguatan struktur dan manajemen organisasi mahasiswa. Tim dari BEM akan memberikan training intensif tentang sistem administrasi, financial management, program planning, dan evaluation untuk semua pengurus organisasi mahasiswa.
Respons Pejabat Kampus
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Ahsan, M.Si., memuji inisiatif BEM dalam peluncuran program ini. “Saya sangat apresiasi dengan semangat dan dedikasi BEM serta seluruh organisasi mahasiswa dalam merancang program ‘Mahasiswa Sejati 2026.’ Program ini sejalan dengan misi universitas untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepemimpinan yang kuat,” kata Prof. Ahsan dalam sambutannya.
Lebih jauh, Rektor menekankan bahwa universitas akan memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk pendanaan, fasilitas, maupun bimbingan akademis. “Kami percaya bahwa investasi pada pengembangan kepemimpinan mahasiswa adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, universitas akan terus mendorong dan mendukung setiap inisiatif yang konstruktif dari organisasi mahasiswa,” tambahnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Bambang Suryanto, M.Pd., juga memberikan apresiasi tinggi. “Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami memiliki kesadaran tinggi tentang pentingnya pengembangan diri. Kami akan memfasilitasi sinergi antara berbagai organisasi mahasiswa sehingga program ini berjalan dengan efektif dan berkelanjutan,” ujar Dr. Bambang dalam kesempatan yang sama.
Testimoni dari Pengurus Organisasi Mahasiswa
Wakil ketua BEM, Siti Nurhaliza, mengungkapkan bahwa tim telah melakukan riset ekstensif sebelum merancang program ini. “Kami melakukan survei dan focus group discussion dengan lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai program studi untuk memahami kebutuhan dan aspirasi mereka. Hasilnya sangat jelas menunjukkan bahwa mahasiswa ingin memiliki wadah yang lebih sistematis untuk mengembangkan potensi kepemimpinan mereka,” jelas Siti.
Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Muhammad Hafiz Ardianto, mengatakan bahwa program ini akan menjadi momentum penting bagi koordinasi antar organisasi mahasiswa. “Selama ini, setiap organisasi mahasiswa berjalan dengan programnya masing-masing. Program ‘Mahasiswa Sejati 2026’ memberikan kesempatan bagi kita semua untuk bekerja sama dan saling memperkuat. Saya yakin ini akan menciptakan ekosistem organisasi mahasiswa yang lebih sehat dan produktif,” katanya.
Ketua Federasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (FHPS), Eka Putri Wijaya, berbagi perspektif tentang manfaat program dari level program studi. “Dengan adanya program ini, mahasiswa dari setiap program studi akan memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan mereka. Ini sangat penting karena tidak semua mahasiswa memiliki akses informasi atau kesempatan untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan di luar kampus,” tutur Eka.
Jadwal Pelaksanaan dan Mekanisme Seleksi
Program “Mahasiswa Sejati 2026” akan dimulai pada bulan Mei 2026 dengan pembukaan pendaftaran untuk peserta. Terbuka untuk semua mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Kendari, program ini menawarkan 150 slot peserta yang akan dipilih melalui proses seleksi yang komprehensif. Seleksi meliputi pengajuan proposal, wawancara, dan tes pengetahuan dasar tentang kepemimpinan dan organisasi.
Peserta yang lolos akan dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok kecil yang dipandu oleh mentor berpengalaman. Setiap kelompok akan bekerja pada minimal satu proyek yang relevan dengan keempat pilar program. Proyeksi implementasi program akan berlangsung mulai Juni 2026 hingga Maret 2027, dengan evaluasi menyeluruh pada akhir periode.
Dampak dan Harapan Ke Depan
Dampak jangka pendek dari program ini sudah terlihat dari antusiasme peserta di acara peluncuran. Namun, dampak jangka panjang yang diharapkan jauh lebih signifikan. Pertama, program ini diharapkan akan menghasilkan alumni peserta yang memiliki kompetensi kepemimpinan yang terukur dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Kedua, program ini akan memperkuat budaya organisasi yang sehat, transparan, dan akuntabel di lingkungan mahasiswa.
Ketiga, melalui Community Engagement Program, universitas berharap dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat Kendari. Keempat, program ini diharapkan akan menjadi model yang dapat diadopsi oleh universitas lain di Indonesia, berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia muda secara nasional.
Reza Pratama, ketua BEM, menutup acara peluncuran dengan pernyataan penuh optimisme. “Program ‘Mahasiswa Sejati 2026’ adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari siap mengambil peran aktif dalam membangun masa depan yang lebih baik. Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk bergabung dan menjadi bagian dari gerakan perubahan positif ini. Bersama-sama, kita bisa menciptakan dampak yang bermakna bagi kampus dan masyarakat,” pungkasnya.
Kesimpulan
Peluncuran program “Mahasiswa Sejati 2026” oleh BEM Universitas Muhammadiyah Kendari menandai babak baru dalam pengembangan organisasi mahasiswa di kampus. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan koordinasi intensif antar organisasi mahasiswa, program ini memiliki potensi besar untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin muda yang berkualitas, inovatif, dan peduli sosial. Ke depannya, program ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi di Universitas Muhammadiyah Kendari, tetapi juga menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain dalam upaya pengembangan sumber daya manusia muda.