Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membanggakan dengan meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Kali ini, mahasiswa program studi Teknik Informatika, Aldi Pratama Wijaya, berhasil memenangkan Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Rabu (17/04/2026). Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam mengembangkan ekosistem akademik yang mendorong inovasi dan kreativitas mahasiswa.
Kompetisi bergengsi yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari 120 perguruan tinggi di seluruh Indonesia ini menampilkan karya inovatif Aldi berupa “Smart Waste Management System Using IoT and Artificial Intelligence for Urban Areas” – sebuah sistem manajemen sampah pintar berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan pengelolaan limbah di perkotaan.
Menurut penjelasan Aldi saat menerima penghargaan di Jakarta, sistem yang dikembangkannya mampu mengoptimalkan rute pengumpulan sampah, memprediksi kapasitas tempat sampah secara real-time, dan mengidentifikasi jenis limbah secara otomatis untuk memudahkan proses daur ulang. “Saya sangat bersyukur bisa meraih penghargaan tertinggi dalam kompetisi ini. Namun, penghargaan yang lebih bermakna adalah kesempatan untuk berkontribusi nyata dalam mengatasi masalah sampah di Indonesia,” ungkap Aldi dengan penuh kerendahan hati.
Perjalanan Menuju Penghargaan Nasional
Aldi Pratama Wijaya, mahasiswa semester delapan dari Fakultas Teknik, memulai perjalanannya dalam dunia inovasi sejak memasuki tahun ketiga perkuliahan. Dengan bimbingan intensif dari dosen pembimbing Dr. Sutrisno, S.Kom., M.Kom. dan Dr. Nur Azizah, S.T., M.T., Aldi mengembangkan konsep awal berdasarkan observasi langsung terhadap permasalahan pengelolaan sampah di Kota Kendari dan sekitarnya.
“Ide awal terbentuk ketika saya melihat betapa besarnya tantangan yang dihadapi Dinas Kebersihan Kota Kendari dalam mengelola limbah dari lebih dari 500 ribu penduduk. Saya berpikir, bagaimana teknologi bisa membantu mengatasi masalah ini dengan lebih efisien,” jelas Aldi dalam wawancara eksklusif bersama Unit Kabar Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari.
Proses penelitian dan pengembangan sistem ini memakan waktu lebih dari delapan bulan. Aldi tidak bekerja sendirian. Ia dibantu oleh tiga mahasiswa lainnya: Siti Nurhaliza (Prodi Teknik Informatika), Riyan Setya Permana (Prodi Teknik Elektro), dan Fatimah Zahra (Prodi Teknik Lingkungan), yang secara kolaboratif mengembangkan berbagai aspek teknis dan implementasi praktis dari sistem tersebut.
Tim ini telah menjalani serangkaian uji coba di lapangan. Mereka menjalin kerja sama dengan beberapa kelurahan di Kendari untuk menguji efektivitas sistem dalam kondisi nyata. Hasilnya sangat memuaskan – sistem berhasil meningkatkan efisiensi rute pengumpulan sampah hingga 35 persen, mengurangi biaya operasional sebesar 28 persen, dan meningkatkan tingkat daur ulang hingga 42 persen.
Dukungan Penuh dari Institusi
Pencapaian mahasiswa terbaik Universitas Muhammadiyah Kendari ini tentu tidak terlepas dari dukungan institusional yang kuat. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Mahyunir, S.E., M.Si., dalam keterangan tertulis yang diterima Unit Kabar Kampus, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini.
“Prestasi yang diraih Aldi Pratama Wijaya dan tim merupakan representasi nyata dari visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dan inovatif. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan akademik, penelitian, dan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat luas,” tutur Prof. Mahyunir.
Lebih lanjut, Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Sudarmaji, M.Sc., menambahkan bahwa prestasi ini memotivasi seluruh sivitas akademika untuk lebih berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan nasional. “Kami bangga dengan capaian mahasiswa kami. Namun, kami juga menyadari bahwa ini baru permulaan. Kami akan terus meningkatkan fasilitas laboratorium, pusat inovasi, dan program mentoring untuk mendorong lebih banyak inovasi mahasiswa,” ungkap Dr. Sudarmaji saat ditemui di ruang deanat pada Jumat (18/04/2026).
Ekosistem Inovasi Universitas Muhammadiyah Kendari
Keberhasilan Aldi Pratama Wijaya bukan kebetulan. Universitas Muhammadiyah Kendari telah membangun ekosistem inovasi yang kondusif selama lima tahun terakhir. Institusi ini memiliki beberapa pusat unggulan yang mendukung pengembangan inovasi mahasiswa.
Pertama, Innovation Lab yang dilengkapi dengan berbagai perangkat hardware, software, dan tools untuk prototyping. Kedua, Research and Development Center yang memfasilitasi mahasiswa untuk melakukan penelitian mendalam. Ketiga, Entrepreneurship and Innovation Club yang secara regular mengadakan workshop, mentoring, dan pendampingan untuk calon innovator. Keempat, ada pula Partnership Program dengan industri dan pemerintah lokal yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan uji coba atau implementasi ide mereka di lapangan.
Direktur Innovation Lab Universitas Muhammadiyah Kendari, Ir. Zainal Arifin, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa fokus institusi adalah menciptakan budaya inovasi yang sustainable. “Kami tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam mengidentifikasi masalah, merancang solusi, dan mengimplementasikan ide. Sistem reward yang kami miliki juga mendorong mahasiswa untuk tidak takut mencoba dan gagal,” kata Zainal Arifin.
Dampak dan Relevansi Global
Inovasi yang dikembangkan Aldi dan timnya memiliki relevansi yang sangat tinggi dengan sustainable development goals (SDG) yang ditargetkan perserikatan bangsa-bangsa. Khususnya, sistem ini berkontribusi pada SDG ke-12 tentang Responsible Consumption and Production, serta SDG ke-11 tentang Sustainable Cities and Communities.
Menariknya, tim sudah menerima beberapa tawaran menarik untuk mengembangkan inovasi ini lebih lanjut. Sebuah perusahaan teknologi nasional yang berbasis di Jakarta telah menunjukkan minat untuk mentransfer teknologi ini. Selain itu, Pemerintah Kota Kendari juga mempertimbangkan untuk mengimplementasikan sistem ini secara komprehensif di seluruh wilayah perkotaan Kendari.
“Kami sangat antusias dengan tawaran-tawaran tersebut. Namun, keputusan harus dibuat dengan matang dan mempertimbangkan dampak jangka panjang. Saat ini, tim masih fokus menyelesaikan tugas akhir dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana,” ungkap Aldi.
Pesan untuk Mahasiswa Lainnya
Tidak lupa, Aldi memberikan pesan inspiratif bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari lainnya yang memiliki ide-ide brilian. “Jangan takut untuk bermimpi besar dan mengambil risiko. Identifikasi masalah nyata di masyarakat, dan coba cari solusi inovatif. Manfaatkan setiap fasilitas dan dukungan yang ada di kampus. Paling penting, jangan menyerah saat menghadapi hambatan. Setiap kegagalan adalah pembelajaran,” pesannya.
Kata-kata Aldi sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga agen perubahan sosial yang mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan masyarakat.
Penghargaan dan Pengakuan
Prestasi Aldi Pratama Wijaya sudah diumumkan secara resmi oleh Kemendikbudristek melalui situs resminya dan media massa terkemuka. Universitas Muhammadiyah Kendari juga memberikan penghargaan khusus berupa beasiswa penelitian lanjutan senilai 50 juta rupiah untuk mendorong Aldi melanjutkan pengembangan inovasinya.
Kepala Humas dan Public Relations Universitas Muhammadiyah Kendari, Dra. Siti Julaeha, M.Comm., menyebutkan bahwa universitas akan memanfaatkan prestasi ini untuk meningkatkan brand image dan positioning institusi di mata publik. “Prestasi ini membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari bukan hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pengembangan inovasi dan entrepreneurship. Kami akan mengkomunikasikan pencapaian ini melalui berbagai saluran media untuk menginspirasi calon mahasiswa dan stakeholder,” jelas Dra. Siti Julaeha.
Penutup
Pencapaian Aldi Pratama Wijaya dan timnya dalam meraih penghargaan Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 merupakan milestone penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari. Prestasi ini membuktikan bahwa institusi pendidikan di daerah juga mampu menghasilkan inovasi berkualitas tinggi yang kompetitif di tingkat nasional bahkan internasional.
Ke depannya, diharapkan Universitas Muhammadiyah Kendari dapat terus mempertahankan dan meningkatkan momentum pencapaian ini. Dengan terus mengembangkan ekosistem inovasi, meningkatkan kolaborasi dengan industri dan pemerintah, serta memberikan dukungan maksimal kepada mahasiswa berbakat, universitas dapat terus menghasilkan inovator-inovator muda yang siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan global.
—
Narahubung untuk informasi lebih lanjut:
– Aldi Pratama Wijaya: [nomor kontak fiktif]
– Direktur Innovation Lab: Ir. Zainal Arifin, S.T., M.Eng.
– Humas Unismuh Kendari: Dra. Siti Julaeha, M.Comm.
Unit Kabar Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Kendari, 18 April 2026