Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari menghadirkan gelaran Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa yang meriah pada Sabtu-Minggu, 29-30 Maret 2026. Acara berskala besar ini melibatkan lebih dari 2.500 mahasiswa dari 15 fakultas yang tersebar di lima lokasi berbeda di kampus utama Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Pada momentum perayaan anniversary ke-39 Universitas Muhammadiyah Kendari tahun ini, Unit Kabar Kampus mencatat bahwa festival ini menjadi salah satu penyelenggaraan olahraga dan seni budaya terbesar dalam dekade terakhir. Acara yang berlangsung selama dua hari penuh tersebut menampilkan berbagai cabang olahraga, pertunjukan seni tradisional, seni modern, dan pameran karya seni visual mahasiswa.
Latar Belakang: Visi Pengembangan Soft Skills Mahasiswa
Festival ini bukan acara biasa. Menurut informasi yang dihimpun Unit Kabar Kampus, kegiatan ini merupakan wujud dari Rencana Strategis Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengembangkan kompetensi non-akademik mahasiswa. Seiring dengan meningkatnya tuntutan dunia kerja modern yang tidak hanya membutuhkan hard skills, tetapi juga soft skills seperti kreativitas, kepemimpinan, kerja sama tim, dan apresiasi terhadap budaya lokal.
Perkembangan ini menjadi semakin relevan mengingat mayoritas lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari akan memasuki pasar kerja yang kompetitif. Oleh karena itu, fakultas-fakultas dari berbagai program studi, mulai dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, hingga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, ikut berkontribusi aktif dalam penyelenggaraan festival ini.
Ragam Cabang Olahraga yang Dipertandingkan
Aspek olahraga dalam festival ini mencakup sedikitnya sepuluh cabang olahraga yang dipertandingkan baik dalam kategori putra maupun putri. Turnamen sepak bola mahasiswa menjadi salah satu puncak perhatian dengan 24 tim yang berasal dari berbagai fakultas dan organisasi mahasiswa berkompetisi untuk meraih gelar juara.
“Selain sepak bola, kami juga menampilkan voli, badminton, tenis meja, catur, esports, lari estafet, dan lompat jauh,” ungkap Budi Santoso, Ketua Panitia Pelaksana Festival dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari dalam wawancara dengan Unit Kabar Kampus pada Jumat, 28 Maret 2026. Santoso menambahkan, “Kami juga menghadirkan cabang olahraga tradisional Sulawesi Tenggara seperti permainan buang congklak dan pencak silat yang mengakar pada budaya lokal.”
Partisipasi dalam cabang olahraga tidak hanya terbatas pada atlet profesional tingkat universitas, melainkan terbuka untuk semua mahasiswa. Hal ini mencerminkan komitmen panitia untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh lapisan mahasiswa untuk berpartisipasi aktif.
Penampilan Seni Budaya: Dari Tradisional hingga Kontemporer
Di sisi seni dan budaya, festival ini mempersembahkan program yang sangat beragam dan menarik. Penampilan tari tradisional Sulawesi Tenggara menjadi pembuka yang memukau pada hari pertama festival. Puluhan penari dalam kostum tradisional yang indah menampilkan tari Zapin, tari Poco-poco, dan tari Joget Sulawesi dalam panggung utama yang digelar di lapangan olahraga utama kampus.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penampilan modern yang mencakup band musik mahasiswa, modern dance, dan pertunjukan stand-up comedy. Sebanyak 15 grup musik lokal dan alternatif dari berbagai jurusan menghadirkan lagu-lagu populer hingga lagu original ciptaan mahasiswa sendiri. Panggung seni modern difasilitasi dengan sistem sound dan lighting yang berkualitas tinggi, menciptakan atmosfer yang meriah dan energik.
Dini Rahayu, Ketua Departemen Seni dan Budaya BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan visi di balik penampilan seni yang beragam ini: “Kami percaya bahwa seni adalah bahasa universal yang dapat menyatukan semua orang. Dengan menampilkan seni tradisional dan modern secara bersamaan, mahasiswa dapat menghargai warisan budaya mereka sambil tetap mengekspresikan kreativitas kontemporer mereka.”
Pameran Karya Seni Visual dan Instalasi Interaktif
Tidak ketinggalan, festival ini juga menampilkan pameran karya seni visual mahasiswa yang tersebar di tiga lokasi berbeda. Pameran karya seni rupa yang mencakup lukisan, patung, dan instalasi seni interaktif menarik perhatian banyak pengunjung dan mahasiswa dari berbagai fakultas.
Karya-karya yang dipamerkan mencerminkan beragam topik yang relevan dengan kehidupan mahasiswa modern dan isu-isu sosial kontemporer. Misalnya, pameran seni fotografi yang mengangkat tema “Kendari dalam Perspektif Mahasiswa” menampilkan lebih dari 200 foto karya mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual.
Sementara itu, instalasi seni interaktif berjudul “Kolaborasi Warna” mengundang pengunjung untuk turut serta menciptakan karya seni bersama. Konsep ini sangat diminati, terutama oleh mahasiswa tingkat awal yang ingin mempelajari proses kreatif secara langsung.
Dukungan Pimpinan Universitas
Keberhasilan festival ini tidak terlepas dari dukungan penuh pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Dr. H. Ir. Muhammad Yusuf, M.M., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan sambutan pembukaan pada hari pertama festival dengan penuh antusiasme.
“Festival ini adalah bukti nyata dari potensi luar biasa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Kami tidak hanya mendidik mahasiswa menjadi profesional di bidang akademik mereka, tetapi juga membentuk individu yang berbudaya, sehat secara fisik, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat,” ujar Rektor Yusuf dalam sambutannya yang dihadiri oleh ribuan mahasiswa.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa festival ini sejalan dengan misi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang luhur dan tanggung jawab sosial yang tinggi.
Sementara itu, Dr. Hj. Siti Hajar, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Akademik, menambahkan perspektif dari sisi pengembangan akademik: “Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di dalam kelas. Seorang mahasiswa teknik, misalnya, dapat mengaplikasikan pengetahuan manajemen proyek mereka dalam mengelola festival ini. Inilah pembelajaran holistik yang kami promosikan.”
Dampak terhadap Ekosistem Kampus dan Pengembangan Karakter Mahasiswa
Para akademisi dan praktisi pendidikan yang mengamati penyelenggaraan festival ini sepakat bahwa dampaknya sangat signifikan bagi pengembangan karakter dan kompetensi soft skills mahasiswa. Kegiatan berskala besar semacam ini menciptakan peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, manajemen proyek, dan kemampuan bekerja dalam tim.
Selain itu, festival ini juga menjadi wadah yang efektif untuk meningkatkan sense of belonging mahasiswa terhadap kampus. Ketika mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan kampus yang bermakna, tingkat kepuasan dan loyalitas mereka terhadap institusi juga meningkat secara signifikan.
Dr. Andi Mappasomba, Kepala Pusat Pengembangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pernyataannya kepada Unit Kabar Kampus menguraikan manfaat lebih lanjut: “Festival ini juga berfungsi sebagai platform showcase bagi mahasiswa untuk memamerkan bakat mereka. Banyak dari mereka yang sebelumnya tidak percaya diri, setelah mengikuti festival ini, mendapatkan kepercayaan diri yang lebih besar untuk tampil di panggung yang lebih besar lagi.”
Partisipasi Organisasi Mahasiswa dan Unit-Unit Kampus
Penyelenggaraan festival ini melibatkan lebih dari 20 organisasi mahasiswa, mulai dari organisasi akademik, olahraga, seni, hingga organisasi dengan fokus pengabdian masyarakat. Koordinasi yang ketat antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan berbagai unit kampus seperti Direktorat Kemahasiswaan menjadi kunci kesuksesan acara ini.
Keterlibatan organisasi mahasiswa ini juga menciptakan peluang pembelajaran manajemen acara yang berharga. Para pengurus organisasi yang terlibat dalam panitia pelaksana mendapatkan pengalaman praktis dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi acara berskala besar.
Apresiasi terhadap Dosen dan Karyawan Pendukung
Tidak lupa, panitia juga memberikan apresiasi kepada dosen dan karyawan kampus yang turut mendukung kesuksesan festival. Banyak dari mereka yang secara sukarela meluangkan waktu mereka untuk menjadi pembimbing, juri, dan pendampingi dalam berbagai acara.
“Dukungan dari para dosen dan karyawan kampus ini sangat berharga. Mereka tidak hanya memberikan kontribusi materi, tetapi juga motivasi dan bimbingan kepada mahasiswa yang sedang mempersiapkan penampilan mereka,” ungkap Dini Rahayu dalam kesempatan yang sama.
Penutup: Momentum Menuju Festival yang Lebih Besar
Dengan selesainya penyelenggaraan Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa pada Minggu malam, 30 Maret 2026, panitia dan pimpinan universitas sudah memandang jauh ke depan. Kesuksesan festival ini diharapkan menjadi momentum untuk menyelenggarakan acara serupa yang lebih besar lagi di tahun-tahun mendatang.
Sebagaimana disampaikan oleh Rektor Muhammad Yusuf, “Festival ini hanya permulaan. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai acara yang dapat mengasah talenta mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus menjadi tempat di mana akademik dan pengembangan diri berjalan beriringan.”
Bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, festival ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kreativitas, semangat sportivitas, dan rasa bangga menjadi bagian dari komunitas kampus yang dinamis dan berkembang. Dengan momentum seperti ini, diharapkan semangat apresiasi terhadap seni, budaya, dan olahraga akan terus tertanam dalam DNA institusi pendidikan ini, menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berwatak, berbudaya, dan sehat secara jasmani dan rohani.
—
Unit Kabar Kampus, Universitas Muhammadiyah Kendari
Penulis: Hj. Siti Nur Azizah, Koordinator Unit Kabar Kampus
31 Maret 2026